Home Budidaya Maggot, Tingkatkan Perekonomian, Hijaukan Lingkungan di Desa Purbayasa
Budidaya Maggot, Tingkatkan Perekonomian, Hijaukan Lingkungan di Desa Purbayasa
Budidaya Maggot, Tingkatkan Perekonomian, Hijaukan Lingkungan di Desa Purbayasa

Purbayasa (30/7/2023) – Dalam menghadapi tantangan global terkait ketahanan pangan dan lingkungan, pencarian solusi inovatif menjadi semakin mendesak. Salah satu bidang yang semakin mendapat perhatian adalah peternakan dan pengelolaan limbah organik. Di tengah upaya untuk menciptakan sistem pertanian dan peternakan yang berkelanjutan, budidaya maggot muncul sebagai pilihan yang menjanjikan. Maggot, atau larva dari lalat BSF (Black Soldier Fly), memiliki potensi luar biasa dalam menyediakan pakan alami untuk ikan dan hewan ternak, serta dalam pengolahan limbah organik.

Berdasarkan survei pada 9 Juli 2023, Desa Purbayasa merupakan desa yang kaya akan peluang bisnis, terutama dalam bidang peternakan serta adanya peluang yang memungkinkan dalam terpal lele mengingat sarana prasarana budidaya yang memadai. Dalam menghadapi permasalahan ini, pemilihan budidaya maggot sebagai solusi memiliki dasar yang kuat. Pertama, aspek pakan berkualitas untuk ikan lele dan hewan ternak dapat memberikan dampak signifikan pada produktivitas peternakan. Dengan memberikan pakan yang kaya nutrisi, diharapkan ikan lele dan hewan ternak akan tumbuh sehat dan berkualitas. Selanjutnya, potensi pemanfaatan terpal lele dalam budidaya maggot menjadi nilai tambah yang dapat memaksimalkan penggunaan sumber daya yang telah ada di Desa Purbayasa. Tidak hanya dari segi pakan, budidaya maggot juga memiliki manfaat dalam pengelolaan limbah organik. Sampah rumah tangga yang masih terbuang menjadi peluang berharga dalam memproduksi maggot sebagai pakan alami. Dengan budidaya maggot, sampah dapat diolah menjadi aset yang bernilai, sekaligus mengurangi volume sampah yang harus dikelola. Potensi ini menciptakan efek berantai yang positif, dari pengurangan sampah hingga pemanfaatan pakan alami yang berkualitas. Dengan mempertimbangkan permasalahan dan potensi tersebut, pemilihan budidaya maggot sebagai inovasi lokal menjadi langkah yang strategis.

Program dimulai pada 30 Juli 2023 dengan tahap persiapan, termasuk penyediaan media penetasan berupa bekatul, ampas tahu (amprut), serta media pembesaran berupa tong yang dilapisi plastik. Selanjutnya, telur lalat BSF dan prepupa lalat BSF ditempatkan dalam media penetasan. Selama proses pembesaran maggot, pakan utamanya diperoleh dari sampah rumah tangga berupa sisa sayur dan buah. Mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro 2022/2023 melakukan pengambilan dan pemilahan sampah organik dari setiap rumah warga, kemudian memberikannya kepada maggot sebagai pakan. Sebagai bagian dari program ini, tim piket yang beranggotakan para pemuda Desa Purbayasa juga dibentuk untuk mengumpulkan sampah organik dari rumah-rumah warga lalu memberikannya kepada maggot. Begitu maggot tumbuh hingga mencapai ukuran kurang lebih 2 cm, maggot dikeringkan di bawah sinar matahari lalu digoreng tanpa menggunakan minyak sebelum akhirnya dimanfaatkan untuk pakan lele dan hewan ternak.

Sejalan dengan budidaya maggot, mahasiswa KKN juga menginisiasi program budidaya ikan lele. Warga Desa Purbayasa diberdayakan untuk mengelola ikan lele dengan memberikan pakan alami berupa maggot hasil budidaya yang telah dilakukan. Hasil dari budidaya ikan lele ini akan dipasarkan dan pendapatan yang diperoleh akan memberikan kontribusi bagi perekonomian desa. Sebagai luaran program, para peternak juga diberikan sebuah modul untuk memberikan pengetahuan yang komprehensif dan panduan praktis dalam mengembangkan budidaya maggot sebagai pakan alami untuk ikan lele dan hewan ternak. Modul ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas peternakan dengan memberikan informasi tentang teknik budidaya yang efektif.

Dengan diluncurkannya program budidaya maggot ini, diharapkan bahwa budidaya maggot akan memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pakan alami untuk ikan lele dan hewan ternak yang kaya akan nutrisi sehingga mendukung kualitas produk peternakan yang lebih baik, menjadikan peternakan Desa Purbayasa semakin kompetitif. Di samping manfaat untuk peternakan, diharapkan bahwa program ini juga mampu mengatasi permasalahan pengelolaan sampah organik. Dengan memanfaatkan sampah rumah tangga sebagai pakan maggot, program ini mengubah limbah menjadi sumber daya yang bermanfaat. Harapannya, program ini akan mendorong kesadaran warga Desa Purbayasa untuk mengelola sampah dengan lebih baik, sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

Penulis : KKN TIM II Universitas Diponegoro 2022/2023 Desa Purbayasa

DPL : Dr. Priyotomo, S.Sos, MM

Lokasi : Desa Purbayasa, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal

 

Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
CAPTCHA Image
APBDes 2024

Data belum diinput

APBDes 2023
BIDANG PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA
Rp 754.069.508,00
BIDANG PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DESA
Rp 547.201.000,00
BIDANG PEMBINAAN KEMASYARAKATAN DESA
Rp 67.400.000,00
BIDANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA
Rp 148.288.000,00
BIDANG PENANGGULANGAN BENCANA, DARURAT DAN MENDESAK DESA
Rp 83.400.000,00
Total APBDes 2023
Rp 1.600.358.508,00
100%
Realisasi APBDes 2023

Data belum diinput